Arsenal Alami Permasalahan Mulai Dari Covid-19 Hingga Mental Pemain.

Arsenal merupakan salah satu tim yang baru saja memulai musim 2021/2022 dengan perjalanan yang sangat berat.

The Gunner yang merupakan julukan bagi tim Arsenal sudah kalah pada tiga laga awal di Premier League. Menurut Gary Neville, Arsenal punya dua masalah yang sangat berat yaitu covid dan mental pemain.

Arsenal memulai musim dengan kekalahan atas klub promosi, Brentford. Setelah itu, Arsenal kembali kalah atas Chelsea dan Manchester City. Tiga laga, The Gunners selalu kalah, tidak mencetak gol, dan kebobolan sembilan.

Selaku kapten dari tim ini, Abumeyang tentu menyadari ada yang tidak beres dengan timnya, setelah kalah oleh Man City, ia mengajak rekan timnya untuk berbicara apa masalahnya agar bisa memberikan performa lebih baik kedepannya.

Kekalahan yang dialami Arsenal bukan hanya soal teknis. Arteta tidak bisa memainkan tim terbaiknya pada tiga laga awal. Beberapa pemain harus absen karena Covid. Contohnya adalah Aubameyang, Lacazette, dan Ben White.

“Mikel Arteta harus membuat para pemain itu bugar, bersatu dan di ruang ganti. Dia punya masalah dengan Covid, tetapi ada tekanan di Arsenal karena penampilan mereka buruk, layu dan tercerai-berai,” kata Neville.

Menurut Neville, adalah hal wajar jika sebuah tim kalah. Namun, yang menjadi perhatian adalah cara tim tersebut kalah. Neville merasa Arsenal kalah dengan cara yang buruk.

“Arsenal telah melakukannya dengan cara terburuk di mana sepertinya mereka telah terguling. Mereka harus kembali setelah pertandingan internasional untuk membangun momentum,” kata Neville.

Sebagai mantan pemain, Gary Neville menilai Arsenal kini punya masalah mental. Hasil buruk pada tiga awal bisa membuat pemain kehilangan optimisme. Kini, bukan hanya Arteta, pemain senior harus tampil di depan.

“Mereka harus memperbaiki diri untuk menciptakan suasana di ruang ganti di mana mereka semua bersama-sama dan selaras di belakang manajer,” kata Neville.

“Mereka harus mulai bekerja untuk satu sama lain di lapangan dan untuk menjadi sulit dikalahkan sebelum mereka khawatir akan memenangkan banyak laga. Mereka sangat mudah dikalahkan sejauh musim ini, yang bukan merupakan sifat yang baik,” tegas Neville.

Selain itu, Arsenal juga menjadi Klub Premier League paling broos di bursa transfer pada musim panas kali ini. Klub ini juga mencoba melakukan promosi di beberapa agen slot online terpercaya dari Indonesia untuk meraup keuntungan.

Arsenal menghabiskan total 156,8 juta paun atau sekitar Rp 3,07 triliun untuk belanja pemain di musim panas ini. Pembelian termahalnya adalah Ben White seharga 50 juta paun.

Selain itu, The Gunners mendatangkan Martin Odegaard (34 juta paun), Aaron Ramsdale (30 juta paun), Takehiro Tomiyasu (19,8 juta paun), dan Albert Sambi Lokonga (15 juta paun). Total belanja Arsenal mengungguli Manchester United di posisi dua, yang menghabiskan 133,7 juta paun.

Borosnya Arsenal di bursa transfer seharusnya menjadi sinyal positif. Itu berarti manajemen serius dan tak pelit dalam hal penguatan skuad.

Namun mantan gelandang Arsenal Paul Merson menyoroti nama-nama pemain yang direkrut. Menurutnya, Arsenal membeli pemain-pemain yang tak diminati klub-klub lainnya dengan harga yang cukup tinggi.

Kini Arsenal mesti menunggu apakah pembelian-pembelian tersebut tepat dan sepadan dengan yang didapatkan nantinya.

“Satu-satunya masalah saya dengan Arsenal adalah, mereka beli pemain, tapi tidak pernah mengalahkan siapapun untuk mendapatkannya. Tidak ada klub lain yang mengejar pemain-pemain tersebut,” ungkap Paul Merson dilansir Football365.

“Misalnya soal pemain dari Bologna (Tomiyasu) ini, hal pertama yang ada di pikiran saya adalah dia bek kanan, harganya 23 juta euro, tapi kenapa Juventus, Inter Milan, AC Milan enggak beli dia? Saya enggak paham.”

“Arsenal butuh banget bek kanan jadi semoga dia bakal sukses. 23 juta euro itu enggak sampai bikin rekening Arsenal kosong sih dan dia mungkin jadi pemain luar biasa, dia mungkin jadi perekrutan brilian.”